Monday, October 26, 2009

SALAM DUNIA

Suara tangis yang kau dengar
Memecah hari kudus ini
Adalah aku
Mengenang pemilikmu

Kita pohon kemenangan
Meroboh kota keakuan
Ini saatnya
Yang kunanti-nanti

Mereka yang dilanda derita
Redhalah harimu kan tiba
Cahaya kekasih yang benar
Menghapus segala api kemarahan

Salam dunia
Salam semua
Salam Hari Raya
Bersinar akhirnya
Salam dunia
Salam semua
Salam Hari Raya
Bersinar akhirnya

Inilah hari kita
Tiada lagi rasa ketakutan

Mereka yang dilanda derita
Redhalah harimu kan tiba
Cahaya kekasih yang benar
Menghapus segala api kemarahan

Inilah hari kita
Tiada lagi rasa ketakutan

Inilah hari kita oh…

Salam dunia
Salam semua
Salam Hari Raya
Bersinar akhirnya
Salam dunia
Salam semua
Salam Hari Raya
Bersinar akhirnya

Saturday, October 24, 2009

“Indahnya Hidup Bersama Ilahi”

Artis “Nadamurni”

Alangkah Indah Hidup Ini
Hidup Bersama Ilahi
Kehendak Allah Difahami
Pandai Menerimanya 2x

Bijak Menggunakan Nikmatnya
Ia Dianggap Ibadah
Semua Diberi Pahala
Tarbiyah Allah Berhikmah

Sabar Dengan Ujian Tanpa Hisab Akan Diganjari
Nikmat Yang Diberi Memnudahkan Untuk Berbakti
Merasai Pemberian Nya Itulah Tambah Bersyukur
Akan Ditambah Lagi Nikmat Yang Diberi

Terseksa Bermujahadah Kerana Ingin Menempuh Jalan
Untuk Menuju Allah Panduannya Allah Tunjukkan
Korban Harta fisabillah Agar Berdaulat Kalimatullah
Setiap Kebajikan 700 Digandakan

Tawakkal Kepada Ilahi Terutama Mengenai Rezeki
Tanpa Ragu-ragu Walaupun Sedikit Ada Jaminan Pembelaan Dari Nya

Bila Takwa Pakaian Kita
Urusan Kita Dimudahkan
Kerana Kita Sudah Menjadi Ahlillah
Begitu Indah Hidup Bersama Tuhan

Friday, October 23, 2009

Kasih (Ku Pinjam Wajah Mu) Teacher's Pet

Kemana jua aku mengarah
Pandangan ku menggambarkan wajahmu
Oh! Kasihku dilangit tinggi
Di lautan yang sedang menari

Biarpun aku memejam mata
Pandangan masih menggambar wajahmu
Berseri dicermin hati
Di taman impian yang kuimpikan

Kasih wajah kau ku jadikan
Azimat penguat semangat
Bisaku gagahi cabaran yang datang

Kasihku harap kau sudi maafkan aku yang meminjam
Wajahmu mengisi kekosongan hati
Diriku yang semakin tenggelam
Kedasar sepi yang tak bertepi
Diriku yang semakin tenggelam
Ke dasar cinta yang tak bertepi

Biarpun aku memejam mata
Pandangan masih menggambar wajahmu
Berseri dicermin hati
Di taman impian yang kuimpikan

Kasih wajah kau ku jadikan penyuluh
Pabila malam gelap menyelimuti
Kembara ku menjejak bahagia
Dengan bayang malam ditindih malam
Memerah ke titis akhir ketulusanku

Diriku yg semakin tenggelam
Kedasar sepi yang tak bertepi
Diriku yang semakin tenggelam
Kedasar cinta yang tak bertepi
Kasih ku pinjam wajahmu

Wednesday, October 21, 2009

Sufi

Sufi selangkah tirai kasihmu ku buka
Engkau serahkan cinta hingga dirimu tiada
Kasih sufi kau rela pilih derita di dunia
Biar rebah di hina kau tak berubah

Kau menguasai selautan
Yang tersembunyi di genggaman
Nafi dan isbat kau sandingkan
Sebagai tali pegangan

Sufi kau hilang di pandangan
Ada di dalam kenikmatan
Engkau dan dia pasti tidak akan terpisah
Andai tertutup tirai sufi
Yang terang tidak nampak terang
Inilah siksa menyakitkan sepanjang jalan

Inginku tempuh titianmu
Dari kekasih ke kekasih
Pengabdianku bersamamu kasih
Biar rebah di hina kau tak berubah

Asyik

Dengan bahasa kalimah yang sama
Puji dan memuja
Dilindung dan dibuka
Rahsiakan tetap rahsia

Indah bukan rupa
Harum bukan bunga
Manis bukan gula
Panas bukannya bara
Cintakan tetap cinta
Sejak aku kenali
Cintamu yang suci
Aku telah berjanji
Tak berpaling lagi

Akan aku genggam api
Hingga jadi besi
Dan nyata sebati

Gelap bukan malam
Terang bukan siang
Satu tak terbilang
Hanyut tak terenang
Waktu tak terasa
Rindu tak terkata
Asyiknya cinta

Dan hanya kepadamu
Kuserah jiwa ragaku
Walau berjuta seteru
Tak kuragu

Sesat Dalam Rindu

Ku resah mencarimu dengan akal
Dengan bersama sifat-sifat pinjaman
Kau ku rasakan semakin menjauh
Tersesatlah aku dalam rindu mu

Ku satukan firasat mencari mu
Dan ku terlontar di penghujung alam
Kau masih tidak dapat ku jejaki
Betapa malangnya nasib ku

( korus )
Kerana mu ku tinggalkan segalanya
Sendiri aku terpedaya
Punya akal dan firasat yang tidak ke mana
Hanya jalan yang sengsara

Zahir musnah bagi yang mimpi
Zahir ada rahsia mencari
Lalu ku selami di dalam diri
Dibawa arus nafas ku
Asal serah janji dahulu
Mula hidup pasti mula cinta

Engkau kasih ada di sini
Engkau kasih ada menanti
Kau kasih aku jua kasih

Seribu Bayangan

Kau masih menduga sehingga kini
Andai ku bersenda dengan teka teki
Seribu bayangan aku gambarkan
Masih lagi kau tak mengerti

Sedalamnya lautan tingginya bulan
Bisa disentuh dengan pengetahuan
Sepahitnya henpedu bisa ditelan
Jika itulah penawarnya

Inikan pula perasaan
Yang lahir dari jiwa
Dan kita sama sama merasa
Denyut kasihnya

Bukan sengaja aku merahsiakan cinta
Tapi curiga kau kan tersalah sangka
Kerana kita rasa bangga bila dipuja
Dan rasa keji bila dihina

Kerna kita menolak segala bencana
Dan asyik bergembira dengan nikmatnya
Sedangkan semua ini adalah takdirNya
Dan kita harus bersyukur sentiasa

Bukannya teka teki gurauan hati
Sekadar melindung kasih yang tersembunyi
Bukan mudah mencari kasih abadi
Dalam terang ia sembuny

Di Balik Cermin Mimpi

Di balik cermin mimpi
Aku melihat engkau
Di dalam engkau
Aku melihat aku
Ternyata kita adalah sama
Di arena mimpi yang penuh bermakna

Bila bulan bersatu dengan mentari
Bayang-bayang ku hilang
Di selebungi kerdip nurani
Mencurah kasih, kasih murni
Mencurah kasih

Di balik cermin, cermin mimpi
Adalah realiti yang tidak kita sedari
Hanya keyakinan dapat merestui
Hakikat cinta yang sejati
Hakikat cinta yang sejati

Dengan tersingkapnya tabir siang
Wajah kita jelas terbayang
Dan terpecah cermin mimpi
Menjadi sinar pelangi
Pelangi

Hijab Kekasih

Malai rinduku merintih kecintaan
Duduk termenung hanya bingung kerinduan
Walaupun jauh dari nyata kasih dan sayang
Kasih dan sayang telah lama kusatukan
Semua kasihku dalam gemala
Ke laut jawi 'kan kukirimkan sana

Duhai kasih hijabmu di sini
Masyur rupamu di mata kalbi ini
Berbaringan diusik rindu azali
Di manakah kekasih yang jauh dariku
Memakan debu... rindumu
Segenap nafasku melihat renunganmu
Wangi dan harum kau kekasih
Antara lamunan segala kalimahku ini
Siapa yang mengerti

Menghilang tahun kutahan dahaga
Setelah habis madah untuk sang puteri
Pautan kasih kukenal sendiri
Teringin ku melihat sebalik hijabmu
Wajah yang kupuja

( 4 )
Kekasih... lama sudah aku merindu
Larut nan denai larat nan damai
Haram kelamin untuk kita bercerai
Rasa kasih dan sayang dalam keredaanmu

( ulang 4 )

Monday, October 19, 2009

Inang Pulau Kencana


Kau rindu apa lagi
Kasih ku yang sejati
Mari bersama berdendang
Berdendang lagu badai
Membisik lembut ghazal
Berlayar ke pulau impian
Kami kan sentiasa bersama
Di sana di Pulau Kencana

Di sini kau kecewa
Dengan mainan kata
Meragukan, memesongkan
Tak perlu harta dunia
Hanya apa yang ada
Percayalah kekasih
Pasti kau akan gembira
Di sana di Pulau Kencana

Damai menunggumu di sana
Bersama handai taulan
Di sana Pulau Kencana

Tanam semangat rindu
Kecintaan azali
Bersama ke pulau abadi
Kami kan sentiasa bersama
Di sana di Pulau Kencana